Mengenai Saya

Foto Saya
Hidup adalah pilihan dan jadilah kamu orang yg pandai dalam memilih biar g da penyesalan di kemudia hari.....Pegang masa depanmu sendiri.........

Selasa, 26 April 2011

Paradigma konservatif

PARADIGMA PENDIDIKAN KONSERVATIF
By Aji L@r0s

PRAWACANA
Pendidikan politik sering digunakan sebagai alat untuk melegitimasi ataupun melanggengkan sistem dan struktur sosial politik yang ada. Namun sebaliknya pendidikan politik juga dapat memainkan peran yang penting untuk suatu perubahan atau transformasi sosial politik menuju ke sistem yang lebih demokratis dan adil. Dengan demikian posisi peran pendidikan politik sangat bergantung pada paradigma atau pun ideologi pendidikan yang dianut dan mendasari suatu kegiatan pendidikan politik. Untuk mengantarkan bagaimana tulisan Pendidikan Politik untuk Rakyat ini, maka terlebih dahulu dalam tulisan ini diuraikan secara kritis berbagai paradigma pendidikan dan ideologi sosial yang mempengaruhi suatu paradigma pendidikan serta implikasinya terhadap suatu proses, teori dan metode pendidikan politik.
Pendahuluan ini membahas berbagai paradigma, ideologi, teori dan implikasinya terhadap pilihan teknik proses belajar mengajar baik dalam pendidikan maupun pelatihan. Untuk itu pembahasan paradigmatik ini akan difokuskan ke dalam tiga aspek, yakni: (a) Paradigma teori-teori pendidikan, (b) Implikasi paradigma pendidikan terhadap metodologi pendidikan, dan (c) Implikasinya terhadap model pendekatan dan teknik pendidikan. PerIu dibahas terlebih dahulu berbagai aliran pendekatan pendidikan. Pemetaan aliran pendidikan yang dipergunakan di sini adalah mengikuti kategori Giroux and Aronowitz (1985) yang mengategorikan pendekatan pendidikan menjadi tiga aliran yakni pendekatan konservatif, liberal dan kritis serta mengupas bagaimana masing-masing paradigma pendidikan tersebut berimplikasi terhadap sub ­sistem pendidikan lainnya.

PARADIGMA PENDIDIKAN KONSERVATIF
Bagi kaum konservatif, ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu hukum keharusan alami, suatu hal yang mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau bahkan takdir Tuhan. Perubahan sosial bagi mereka bukanlah sesuatu yang harus diperjuangkan, karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. Dalam bentuknya yang kalsik atau awal paradigma konservatif dibangun berdasarkan keyakinan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak bisa merencanakan perubahan atau mempengaruhi perubahan sosial, hanya Tuhanlah yang merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yang tahu makna di balik itu semua. Dengan pandangan seperti itu, kaum konservatif lama tidak menganggap rakyat memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka.
Namun dalam perjalanan selanjutnya, paradigma koservatif cenderung lebih menyalahkan subjeknya. Bagi kaum konservatif, mereka yang menderita, yakni orang - orang miskin, buta huruf, kaum tertindas dan mereka yang dipenjara, menjadi demikian karena salah mereka sendiri. Karena kan banyak orang lain yang ternyata bisa bekerja keras dan berhasil meraih sesuatu. Banyak orang ke sekolah dan belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak dipenjara. Kaum miskin haruslah sabar dan belajar untuk menunggu sampai giliran mereka datang, karena pada akhirnya kelak semua orang akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan. Kaum konservatif sangat melihat pentingnya harmoni dalam masyarakat dalam mencairkan konflik dan kontradiksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar